Berita Gosip Artis Record-ya.com memberikan gosip terbaru dunia model, artis pria wanita, para selebritis indonesia hingga dunia.

Tak Merasa Bersalah, Saipul Jamil Ajukan PK Terkait Kasus Suap

Tak Merasa Bersalah, Saipul Jamil Ajukan PK Terkait Kasus Suap

Tak Merasa Bersalah, Saipul Jamil Ajukan PK Terkait Kasus Suap

Saipul Jamil terpidana masalah suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, mengajukan Peninjau Kembali (PK) ke Mahkamah Agung berkenaan masalah yang menjeratnya. Sidang PK Saipul Jamil digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021).
Bandar Taruhan
Natalino Manuel Ximenes, kuasa hukum Saipul Jamil mengatakan, pihaknya telah mendapatkan bukti baru bahwa mantan suami Dewi Perssik itu tidak terbukti jalankan suap.

“Saipul Jamil tidak terbukti jalankan suap. Karena, dia berada di dalam tahanan dan tidak bisa saja nampak tahanan,” ungkap Natalino, kala jumpa wartawan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021).

Natalino menjelaskan, pengajuan PK merupakan hak Saipul Jamil sebagai terpidana. Apalagi PK diajukan bersama lebih dari satu pertimbangan dan bukti-bukti baru.

“Ya berbicara hukum, tiap-tiap narapidana berhak jalankan PK jika memang proses hukumnya diakui janggal,” malah Natalino.

Dengan pengajuan PK, Natalino menghendaki kliennya sanggup langsung bebas berasal dari penjara. Apalagi kini kliennya telah lima tahun berada di balik jeruji besi.

“Ya bisa saja jika PK diterima, hukuman yang tadinya tiga tahun itu sanggup menyusut menjadi dua tahun. Kalau dua tahun, ya bisa saja Maret ini akan bebas,” katanya.

Diketahui, Saipul Jamil divonis tiga tahun penjara lantaran diakui bersalah telah terbukti menyuap Rohadi sebesar Rp 250 juta, bersama obyek majelis hakim PN Jakarta Utara menjatuhkan putusan seringan-ringannya dalam perkara pencabulan.

Tak cuma vonis penjara, Saipul Jamil termasuk didenda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Juli 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *